By Socrates – Singapore Food Festival pertama kali diselenggarakan pada tahun 1994 oleh Dewan Pariwisata Singapura (Singapore Tourism Board) bersama Singapore Airlines dan American Expres, untuk merayakan dan mem-promosikan kekayaan kuliner lokal. Festival ini menjadi agenda tahunan untuk menarik wisatawan dan merayakan warisan makanan multi kultural Singapura yakni Tionghoa, Melayu, India, dan peranakan.

Singapore Food Festival lalu berkembang dari pameran makanan jalanan lokal yang sederhana menjadi festival gastronomi besar se-Asia Tenggara. Tahun 2026 festival makanan ini sudah berjalan selama 32 tahun. Singapore Food Festival hadir sebagai perayaan tahunan kebudayaan dan kekayaan kuliner multietnis di Singapura.
Awalnya, festival makanan ini hanya sekadar bazar makanan biasa. Lalu ber-kembang menjadi ajang gastronomi berkelas internasional. Berbagai acara ikonik seperti pasar kuliner yang menggabungkan warung hawker dengan koki berbintang Michelin menjadi signature khas festival. Singapore Food Festival kini menjadi salah satu kalender acara pariwisata tahunan terbesar di Singapura. Keberhasilan festival ini turut memperkuat pengakuan budaya hawker Singapura yang terdaftar dalam UNESCO Intangible Cultural Heritage pada tahun 2020.
Singapura sering disebut sebagai surga bagi para pecinta makanan. Makan ada-lah kegemaran warga Singapura. Di setiap sudut, Anda akan menemukan aneka hidangan mulai dari fine dining sampai makanan kakilima. Singapore Food Fes-tival menjanjikan suatu pesta makanan, menampilkan banyak hidangan favorit lokal yang membuat surga makanan ini terkenal di dunia.
Malah, Singapura menyediakan wisata bagi pecinta makanan. Paket wisata selama sepekan ini, wisatawan diajak mencicipi semua makanan Singapura yang terkenal. Atau, mereka mengundang ahli masak lokal yang akan membagi pe-ngetahuannya mengenai karakteristik yang berbeda dari setiap masakan utama yang disajikan, dari ala Melayu dan China sampai India.

Makanan Singapura adalah cerminan dari perpaduan budaya unik negara ini, yang penuh warna dan ragam. Mulai dari makanan ringan sambil bersantai de-ngan secangkir minuman dari Coffee Bean and Tea Leaf atau McCafe, atau ma-kanan ringan dari Quick Bites Kiosks serta Harry’s Bar yang terkenal, hingga cita rasa Asia dan internasional,di Tastes of Changi. Para vegetarian juga dapat mencoba masakan dari India Utara dan Selatan di Kaveri Vegetarian Cuisine.
Minuman ala Singapura juga mendunia. Singapore Sling pertama kali disajikan pada tahun 1915 di Long Bar, Raffles Hotel. Bahan-bahannya adalah gin, Coin-treau, cherry brandy, Dom Benedictine, jus nanas, Grena-dine, Angoustura bit-ters dan limau.
Pada setiap bulan Juli, Singapura menggelar perayaan hidangan khas negara Singa itu, yang bertajuk Singapore Food Festival. Festival ini bertujuan untuk menampilkan masakan unik Singapura, kebudayaan makanan lokal, usaha makanan dan minuman dalam negeri, koki dan tokoh masakan lokal, para pem-buat makanan dan pengalaman makan yang unik.

Selama festival sebulan penuh ini, saksikan lokakarya kuliner, pameran maka-nan warisan leluhur dan festival makanan warna-warni. Cicipi 10 ma-sakan teratas yang harus dicoba (Top 10 Must Tries) seperti Kepiting Pedas, Nasi Ayam, Kari Kepala Ikan dan banyak lagi. Acaranya digelar di beberapa tempat seperti di Bugis Junction dan Plaza Singapura.
Dalam festival tersebut, juga ditampilkan berbagai kreasi hidangan baru. Dengan mengerahkan daya inovasi dan keahlian memasak mereka, para koki saling mengadu kehebatan mereka untuk menciptakan masakan khas Singa-pura baru dalam rangka merayakan Festival ini. Mari nikmati kreasi berba-kat ini di berbagai restoran yang turut berpartisipasi.
Selama festival berlangsung, semua wisatawan akan mendapat kesempatan mencicipi hidangan Kepiting Pedas, makanan yang menyajikan kepiting lezat, dibumbui dengan saus pedas yang dicampur dengan aneka rempah Asia. Wisatawan yang datang ke Singapura, bisa mendapatkan kupon gratis yang bisa ditukarkan untuk mencicipi kepiting pedas di Changi International Airport, Orc-hard Road atau Singapore Cruise Centre.

Salah satu kawasan yang terkenal dengan makanannya adalah Chinatown. Di kawasan Pecinan ini, kita bisa menemukan hidangan lokal yang terbaik. Anda bisa melihat para pebisnis kelas satu bersantap di sini dengan anggur terbaik dan sirip ikan hiu, sedangkan di beberapa toko sebelahnya, seorang tua sedang asyik menikmati semangkuk bubur sederhana dan merokok tanpa filter, seakan yang nikmat dihisapnya itu adalah cerutu Havana.
Kaum China merupakan kelompok penduduk asli terbesar di Singapura, sehing-ga masakan China juga tersedia dalam berbagai variasinya di sini. Datanglah ke kopitiam atau kedai kopi yang banyak buka di sini, untuk men-cicipi masakan ala Kanton, Hakka, Teochew (Tiociu), Hokkian dan Hainan.
Hidangan klasik Kanton mencakup dian xin (Dim Sum), berupa makanan kecil yang dikukus atau digoreng, dan sup herbal rebus bernama Buddha Jumps Over The Wall. Orang-orang Hakka terkenal atas yong tau foo –variasi sayuran rebus dan goreng diisi dengan ikan dan disajikan dengan saus atau dalam bentuk sup.
Mi bakso ikan merupakan makanan khusus orang-orang Tiociu, yang juga terke-nal dengan buburnya. Orang Hainan terkenal di arena makanan Singapura melalui kedai-kedai nasi ayam (chicken rice) yang tersebar di mana-mana. Se-dangkan orang Hokkian, yang merupakan kelompok etnik China terbesar di Singapura, terkenal atas masakan mi berupa char kuay teow (kwetiau goreng) dan Hokkien mee (mi goreng kuning).
Uniknya, restoran-restoran kelas satu dengan harga mahal, hidup berdam-pingan dengan berbagai pusat jajanan serba ada atau warung-warung yang menjual martabak prata ala India dan di beberapa tempat bisa ditemukan pedagang yang menjual makanan halal dan nasi Padang buat orang muslim.
Aneka ragam masakan yang ada di Singapura menjadi salah satu daya tarik Singapura. Banyak menu dari berbagai negara dapat dicari di negeri ini. Restoran-restoran menawarkan masakan khas seperti masakan India, Cina, Eropa, Melayu, bahkan masakan Indonesia tersedia. Seperti di Rang Mahal yang terletak di Pan Pasific menyajikan masakan India.
Sedang restoran di Grand Hyatt Singapore yang terletak di Orchard Road, justru menyajikan aneka macam masakan dari berbagai negara. Aneka ragam masakan yang ada di Singapura menjadi salah satu daya tarik. Banyak menu dari berbagai negara dapat dicari di negeri ini.
Lalu, apa apa bedanya Batam yang sebenarnya merupakan Indonesia mini de-ngan kekayaan budaya dan tradisi serta makanan yang jauh lebih bervariasi dibanding Singapura? Berbagai suku di Batam, sebenarnya memiliki makanan favorit. Sebut saja misalnya, gudeg Yogya, cotto Makasssar, masakan Padang, empek-empek Palembang dan sebagainya.
Namun, belum pernah digelar kegiatan seperti festival makanan nusantara yang berpotensi menjadi wisata makan seperti di Singapura. Bulan Ramadhan selama sebulan penuh, sebenarnya bisa dijadikan ajang festival makanan tersebut. Masalahnya, apakah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam melirik ini sebagai potensi wisata kuliner? ***




