Vihara Budhi Bhakti Tua Pek Kong Bio Batam

By Socrates – Salah satu destinasi wisata religi di Batam adalah vihara Budhi Bakti.  Wisata religi (religious tourism/ pilgrimage tourism) menekankan pada keunikan, keindahan dan nilai religius yang menjadi tujuan kunjungan wisatawan. Vihara ini disukai turis, ramai saat Imlek dan Cap Go Meh. Vihara Budhi Bhakti (yang juga dikenal luas oleh masyarakat lokal sebagai Tua Pek Kong Bio atau Pek Kong Windsor) adalah rumah ibadah sekaligus situs bersejarah Tri Dharma tertua di Pulau Batam.

Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2563 atau tahun Naga yang jatuh pada Senin, 23 Januari 2012 hari ini. Asing menulis kaligrafi di lampion yang berisi permohonan-permohonan agar pada tahun yang baru, kesejahteraan, rejeki lancar dan ketentraman dapat diperoleh. Lampion-lampion tersebut nantinya akan digantung di setiap sisi Vihara Tua Pek Kong. Minggu (22/1). f.Iman Wachyudi/ Batam Pos

Sebagai salah satu landmark religi dan warisan budaya utama di Batam, tempat ini menjadi pusat kegiatan ibadah, perayaan tradisi Tionghoa, hingga destinasi wisata religi bagi pengunjung lokal maupun wisatawan mancanegara seperti dari Singapura dan Malaysia. Kompleks ini memadukan unsur ajaran Buddha, Taoisme, dan Konghucu dalam satu kesatuan. Di kawasan vihara ini, terdapat dua bangunan utama, yakni kelenteng di bagian depan yang difungsikan untuk penghormatan terhadap dewa-dewi tradisi (Taoisme/Konghucu). Altar utamanya didedikasikan kepada Tua Pek Kong  atau Dabo Gong, Dewa Pelindung dan Kemakmuran.

Di bagian dalam dan lantai atas adalah vihara sebagai ruang utama ibadah umat Buddha dengan altar Sang Buddha Sakyamuni dan ruang pembacaan sutra atau kitab. Dinding dan tiang kompleks dihiasi ukiran naga, relief dewa-dewi, ornamen warna merah-emas yang khas, serta lukisan-lukisan bernilai seni tinggi. Vihara ini dibangun 40 tahun lalu. Lokasinya strategis. Dominasi corak warna merah, sehingga vihara ini tampak menonjol. Dulu, vihara ini berlokasi di Jodoh, lalu pindah ke Blok VI Windsor Lubuk Baja. Vihara ini menjadi destinasi wisata religi turis mancanegara. Saat hari besar keagamaan warga Tionghoa seperti Imlek dan Cap Go Meh, vihara ini membludak.

Menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada 23 Januari 2012 hari ini, Vihara Tua Pek Kong Windsor, mengadakan atraksi barongsai dari perkumpulan Persaudaraan Barongsai. Atraksi barongsai merupakan tradisi yang harus ada untuk memeriahkan perayaan tahun baru Imlek. Minggu (22/1). f.Iman Wachyudi/ Batam Pos

Klenteng atau vihara dengan nama  lengkap Vihara Budhi Bhakti Tua Pek Kong Bio ini, didirikan pada 18 September 1986. Warga Batam sering menyebut vihara ini Pekong Windsor. Vihara yang semula kecil, diperluas oleh Kepala Badan Pelaksana Otorita Batam Mayjen TNI Soedarsono Darmosoewito hingga ribuan meter persegi. Di Vihara Budhi Bhakti ini terdapat tiga penganut agama Tri Darma yaitu, Budha, Taoisme dan Konghucu yang melakukan ritual keagaamaan di vihara ini. Dalam vihara yang sama, dewa yang disembah berbeda.

Gedung Utama merupakan tempat ibadah penganut Tao dan Buddha, dimana di altarnya terdapat Patung Dewa Tua Pek Kong, Dewa Kwan Kong dan Dewa Lupan Sien Sen bagi penganut agama Tao. Sementara di altar terpisah, terdapat patung Dewa Sakyamuni yang disembah penganut agama Buddha. Di ruang terpisah juga terdapat patung Dwi Kwan Im dan Buddha Maitreya. Bagi penganut agama Konghucu, pusat ibadatnya ditempatkan di tempat yang terpisah yang letaknya di bangunan yang dulunya adalah bangunan hiburan.

Saat imlek dan cap gomeh, vihara Budhi Bakti ramai dikunjungi. Baik warga Batam maupun turis asing dari Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, Cina serta Jepang datang bersembahyang dan berdoa di vihara ini.  “Saat  Imlek, bisa ribuan orang yang memadati vihara Tua Pek Kong Bio ini. Umumnya mereka datang untuk sembahyang dan berdoa dan menyaksikan pertunjukan ritual naga, barongsai, sulap dan kembang api,’’ ujar A Sing, pengurus Vihara Budhi Bhakti Batam.

Dikatakan A Sing, para wisatawan yang berkunjung ke vihara Budhi Bakti, mengaku doanya terkabul setelah bersembahyang di vihara ini. Setiap perayaan Tahun Baru Imlek, ribuan warga memadati vihara ini untuk bersembahyang, Hari ulang tahun dewa (sejit) diperingati secara meriah setiap ulang tahun Tua Pek Kong, menarik peziarah dari dalam dan luar negeri. Selain sebagai tempat sembahyang harian, vihara ini juga dikelola oleh yayasan untuk kegiatan bakti sosial, pembinaan umat, serta pendidikan keagamaan

Selain patung dewa, arca, juga ada ataman-taman yang ditata sedemikian rupa dalam areal vihara. Juga tersedia beberapa kios dan warung makan, termasuk warung makanan vegetarian. Vihara Budhi Bakti mengalami kemajuan pesat karena adanya sumbangan dana dari wisatawan mancanegara melalui kotak amal yang disediakan. Selain beribadah dan berdoa, patung-patung yang ada di vihara Budhi Bakti juga menjadi daya tarik.

Ada delapan patung seperti, patung dewi  Kwan Im, Budha Sakya Munu, Maitreya, Amitabha, Kwan Kong, Tua Pekong Tiu Hui dan Tiau Le Ong. Adanya patung-patung ini membuat semakin ramai pengunjung wisatawan mancanegara dan lokal berkunjung ke sini. Saat hari libur dan hari besar keagamaan, ratusan bahkan ribuan turis berkunjung ke vihara Budhi Bakti. Mereka sembahyang, berdoa memohon berkah dan keselamatan. Tidak hanya kelenteng di Windsor, ada pula vihara yang ramai pengunjung seperti kelenteng Dewi Putih serta Lau Che Kong di Barelang, kelenteng Tiban, serta kelenteng Batam Centre. ***

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *