By Socrates – Wisata selam atau scuba diving tourism adalah salah satu bentuk kegiatan pariwisata bahari di mana wisatawan melakukan aktivitas menyelam di bawah permukaan air. Wisata selam bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan juga bagian dari kegiatan rekreasi, edukasi lingkungan, serta konservasi bahari.

Wisata selam dilakukan dengan dua cara. Menggunakan peralatan pernapasan mandiri (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus) atau SCUBA maupun dengan teknik freediving, untuk menikmati keindahan, keanekaragaman hayati, dan keunikan ekosistem bawah laut.
Para wisatawan selam (divers) biasanya memburu berbagai pesona bawah laut seperti, melihat keindahan terumbu karang, ikan hias, penyu, hiu, pari manta, hingga makro biota laut seperti nudibranch. Atau menyaksikan bangkai kapal atau pesawa dan menjelajahi sisa-sisa situs sejarah bawah laut yang telah menjadi habitat alami bagi biota laut.

Ada juga penyelam yang suka dengan topografi bawah laut, menikmati lanskap unik seperti goa bawah laut (cave diving), dinding karang terjal (drop-off/wall diving), dan palung. Atau muck diving, yakni menyelam di dasar berpasir atau berlumpur untuk mencari spesies unik, langka, dan berukuran mikro.
Menyelam ke dasar laut, harus memiliki keahlian tertentu. Ada yang termasuk kategorii Discovery Scuba Diving (DSD) atau Fun Dive, yakni penyelam pemula yang belum memiliki lisensi. Ia harus didampingi secara ketat oleh instruktur profesional dalam kedalaman yang relatif dangkal, maksimal 12 meter. Ada penyelam bersertifikat (certified divers) yaitu penyelam yang telah memiliki lisensi resmi dari organisasi sertifikasi internasional. Lisensi ini berjenjang, mulai dari Open Water, Advanced, Rescue Diver, hingga Divemaster.
Sebuah destinasi dapat berkembang menjadi tujuan wisata selam yang unggul jika memiliki kualitas lingkungan air, seperti visibilitas air yang jernih, suhu air yang nyaman, serta arus laut yang aman dan dapat diprediksi. Tersedianya pusat penyewaan alat, pengisian tabung oksigen/kompresor, kapal khusus penyelaman (dive boat), serta tenaga pemandu (dive guide) bersertifikat. Serta kemudahan akses transportasi menuju titik penyelaman (dive site) serta ketersediaan penginapan atau kapal, menginap di atas kapal sambil menjelajah banyak titik selam.
Potensi Wisata Selam di Indonesia
Indonesia terletak di jantung wilayah segitiga terumbu karang dunia (Coral Triangle), menjadikannya salah satu destinasi wisata selam terbaik di dunia. Beberapa kawasan selam ternama di Indonesia antara lain, Raja Ampat di Papua Barat Daya yang menjadi pusat keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Taman Nasional Komodo (NTT) yang terkenal dengan arus bawah laut yang menantang. Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Utara yang terkenal dengan dinding karang (vertical wall) yang spektakuler.
Selain itu, lokasi yang diminati wisatawan selam antara lain, Kepulauan Derawan dan Kakaban di Kalimantan Timur yang memiliki Danau ubur-ubur tidak menyengat dan habitat penyu. Bali dan Lombok di Tulamben, Nusa Penida dan Gili yang terkenal dengan wreck dive Kapal USAT Liberti dan fenomena Ikan Mola-mola. Berikut beberapa lokasi wisata selam di Indonesia yang menjadi incaran wisatawan.
Pulau Krakatau
Wisata selam di Pulau Krakatau atau Gunung Anak Krakatau di Lampung sangat menarik. Sebab, keindahan bawah laut yang belum banyak dieksplorasi. Anda bisa menikmati keindahan terumbu karang, ikan-ikan berwarna-warni, dan bahkan melihat aktivitas vulkanik bawah laut. Selain ikan warna-warni dan terumbu karang, Anda bisa melihat aktivitas vulkanik bawah laut yang unik selama menyelam, seperti gelembung gas atau perubahan suhu. Namun erupsi gunung Anak Krakatau belakangan ini, aktivitas menyelam dilarang keras.

Mengapa penyelam tertarik menjelajahi alam bawah laut di Pulau Krakatau? Ini beberapa kelebihan wisata selam di Pulau Krakatau. Pulau Krakatau dan Anak Krakatau memiliki ekosistem bawah laut yang unik, yang merupakan hasil dari aktivitas vulkanik dan letusan gunung berapi. Dari permukaan laut, Anak Krakatau terlihat sangat menantang dan unik, dengan bentuk gunung yang khas.
Wisata selam dan snorkeling di sekitar Anak Krakatau memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk belajar tentang vulkanologi, khususnya dampak letusan Gunung Krakatau terhadap ekosistem bawah laut. Pulau Krakatau dan Anak Krakatau merupakan lokasi yang menarik untuk penelitian geologi, vulkanologi, dan ekologi. Banyak potensi penelitian yang dapat dilakukan di area ini, mulai dari studi tentang pertumbuhan terumbu karang pasca letusan hingga penelitian tentang adaptasi biota laut di lingkungan vulkanik.
Selain pulau Krakatau, ada beberapa pulau yang menawarkan pesona bawah laut seperti Pulau Sebesi menyajikan panorama alam yang memikat sejak pertama kali dilihat dari kejauhan. Air laut di sekitar pulau memiliki gradasi warna biru kehijauan yang jernih, memungkinkan wisatawan untuk melihat biota laut secara langsung dari atas permukaan air. Daya tarik utama pulau ini adalah kejernihan lautnya yang sangat ideal untuk kegiatan snorkeling dan diving.
Beberapa spot diving dan snorkling di Lampung antara lain, Pulau Pahawang berlokasi di wilayah Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Salah satu spot snorkling terbaik di Pulau Pahawang terletak di Taman Nemo. Disana wisatawan bisa menjelajah dalam air sambil menikmati terumbu karang dan ditemani ikan-ikan cantik. Di pulau pahawang kecil ini terdapat goa bawah laut dan kapal selam yang dihuni kumpulan ikan nemo. Ada juga Pulau Sebuku di selat Sunda dan merupakan kawasan Kalianda, Lampung Selatan.Pulau ini cukup populer sebagai tujuan wisata bahari seperti menikmati panorama pantai, berenang, snorkeling dan diving Kendala di kawasan wisata selam Pulau Krakatau ini adalah, sarana transportasi yang kurang memadai serta ancaman aktivitas vulkanik bawah laut yang berbahaya.
Pulau Belitung
Pulau Belitung dikenal dengan air laut yang jernih dan terumbu karang yang indah, menjadikannya tempat yang populer untuk snorkeling dan diving. Beberapa tempat yang terkenal di Belitung yang menawarkan keindahan bawah laut, antara lain adalah Pulau Lengkuas terkenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk snorkeling di Belitung karena airnya yang jernih dan terumbu karang yang terawat.

Keanekaragaman hayati bawah laut di Pulau Lengkuas memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa pun yang melakukan snorkeling. Pulau Lengkuas juga memiliki spot diving yang menarik dengan kedalaman yang bervariasi. Tempat ini sangat cocok untuk para penyelam, baik yang masih pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Pantai Tanjung Kelayang menawarkan pemandangan alam yang spektakuler, termasuk air laut yang jernih dan terumbu karang yang indah, sehingga pengalaman snorkeling di sini sangat menyenangkan. Selain itu, ada Pantai Bukit Berahu yang memiliki air laut yang jernih dan terumbu karang yang indah. Pantai Tanjung Tinggi yang terkenal dengan bebatuan granitnya, namun juga memiliki air laut yang jernih dan pasir putih yang bersih.
Snorkeling dan diving di Belitung menawarkan pengalaman tak terlupakan berkat keindahan alam bawah lautnya. Belitung, dengan banyaknya pantai yang mengelilinginya, menawarkan beberapa spot Snorkeling dan diving yang memukau.
Spot snorkeling terbaik di Belitung yang berikutnya bisa Anda temukan di Pulau Batu Garuda. Pulau Batu Garuda juga sering disebut Pulau Burung, pulau ini memiliki semua yang dibutuhkan untuk melakukan snorkeling dan diving yang optimal. Pulau Batu Garuda tak berpenghuni dan memiliki keunikan tersendiri, yaitu formasi batuan granit yang menyerupai kepala burung Garuda. Inilah sebabnya pulau yang terletak tidak jauh dari Pantai Tanjung Kelayang ini disebut Pulau Batu Garuda.
Spot snorkeling terbaik di Belitung selanjutnya yang bisa Anda kunjungi adalah Pantai Tanjung Tinggi. Pantai seluas sekitar 80 hektar ini menawarkan berbagai daya tarik yang membuat snorkeling menjadi pengalaman yang luar biasa. Perairannya yang jernih memungkinkan Anda menikmati keindahan bawah laut serta beragam biota laut yang bervariasi. Selain itu, Pantai Tanjung Tinggi terkenal dengan susunan bebatuan granit berbagai ukuran yang tersebar di area pantai, menjadikannya pemandangan yang unik dan menakjubkan.
Menurut catatan, pantai ini memiliki jumlah batuan granit terbanyak dibandingkan pantai-pantai lain di Belitung. Pantai yang terletak di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap. Kepopuleran Pantai Tanjung Tinggi meningkat setelah menjadi lokasi syuting film “Laskar Pelangi,” sehingga pantai ini sering disebut sebagai Pantai Laskar Pelangi. Salah satu tempat snorkeling terbaik di Belitung adalah Pulau Pasir. Pulau ini unik karena dapat muncul dan tenggelam, tergantung pada pasang surut air laut. Ketika air laut pasang, Pulau Pasir akan tenggelam dan tidak dapat dikunjungi. Namun, saat air surut, pulau ini muncul dan menawarkan kesempatan snorkeling yang luar biasa.
Bunaken, Sulawesi Utara
Bunaken merupakan sebuah pulau seluas 8,08 k2 di Teluk Manado, Sulawesi Utara. Pulau ini bagian dari kota Manado. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Laut Bunaken yang memiliki salah satu biodiversitas kelautan yang tertinggi di dunia. Bunaken menawarkan selam scuba diving yang menarik banyak pengunjung ke pulau ini.

Taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua (Manarauw), Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.
Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.
Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.
Spot Selam Terkenal di Dunia
Setidaknya, ada spot wisata selam yang terkenal di dunia. Yakni, Belize Barrier Reef dan Great Blue Hole. Kawasan wisata ini merupakan serangkaian terumbu karang yang mengelilingi pantai Belize, sekitar 300 meter lepas pantai di utara dan 40 kilometer di Selatan. Belize adalah negara kecil yang terletak di Amerika Tengah, di Semenanjung Yucatan. Belize Barrier Reef membentang di sepanjang pantai Belize, membentuk terumbu karang terbesar kedua di dunia setelah Great Barrier Reef di Australia.

Rangkaian unik jenis terumbu karang dalam satu kawasan mandiri membedakan Belize Barrier Reef dari terumbu karang lainnya. Lokasi ini merupakan salah satu ekosistem terumbu karang paling murni di Belahan Bumi Barat dan disebut sebagai ‘terumbu karang paling menakjubkan di Hindia Barat’ oleh Charles Darwin.
Belize merupakan puncak tujuan wisata populer untuk scuba diving dan snorkeling dan menarik minat wisatawan. Selain terumbu karang, yang paling terkenal adalah Great Blue Hole, lubang runtuhan bawah air di lepas pantai Belize. Lubang itu terletak di dekat pusat karang Light house, sebuah atol kecil yang berjarak 70 kilometer dari daratan dan Belize City. Lubang dalam bentuk melingkar, lebih dari 300 meter dan dalamnya 124 meter. Lubang ini terbentuk selama beberapa peristiwa glasiasi Kuarter ketika permukaan air laut jauh lebih rendah – analisis penemuan stalaktit di Great Blue Hole menunjukkan formasi yang telah terjadi ratusan tahun yang lalu.
Belize merupakan rumah bagi salah satu hamparan terumbu karang terpanjang di dunia, tetapi semua ini terancam. Meningkatnya suhu laut akibat perubahan iklim telah menghancurkan terumbu karang dalam fenomena yang dikenal sebagai pemutihan karang, dan akibatnya, terumbu karang tersebut mati dan menghilang.
Yang kedua adalah Silfra Fissure, Islandia. Celah Silfra di Islandia adalah sebuah celah yang unik yang terbentuk di antara lempeng tektonik Amerika Utara dan Eurasia di Taman Nasional Thingvellir. Ini adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana Anda dapat snorkeling atau menyelam di antara dua benua. Air di celah ini sangat jernih, dengan jarak pandang bisa mencapai 100 meter lebih.

Air di Silfra sangat jernih karena disaring melalui bebatuan lava bawah tanah, membuat jarak pandang di bawah air sangat luas. Selain snorkeling atau menyelam, Anda juga bisa menikmati pemandangan alam yang indah di sekitar Thingvellir, seperti air terjun, danau, dan jalur pendakian. Selain tur snorkeling dan menyelam, juga bisa mengunjungi pemandian air panas bumi Laugarvatn Fontana di dekat Silfra untuk bersantai setelah snorkeling.
Menjelajahi dunia bawah laut Silfra akan mengungkap formasi batuan yang sangat menakjubkan. Ada empat bagian dari celah tersebut : Retakan Silfra yang dalam tempat Anda dapat mengambil foto di antara benua-benua, Aula Silfra yang megah, dunia biru tua yang luas di Katedral Silfra, dan Laguna Silfra dengan visibilitas bawah lautnya yang menakjubkan.
Meskipun ikan jarang masuk jauh ke celah Silfra, terdapat banyak alga laut berwarna-warni termasuk “rambut troll” hijau terang yang terkenal. Nuansa biru dan hijau yang tak terhitung jumlahnya seperti permata membuat lokasi ini luar biasa untuk snorkeling dan menyelam. Silfra Fissure dinobatkan sebagai salah satu dari 10 lokasi menyelam terbaik di dunia karena warna-warna cerah yang terlihat selama penyelaman atau snorkeling sungguh menakjubkan. ***


