Koko Batamliciouz, Food Guide Nomor Satu Batam

By Socrates – Delicious artinya lezat, enak, sedap dan gurih. Itu sebabnya, Chandrana Rahman menggagas Batamliciouz. Semua makanan yang enak-enak di Batam. Batamliciouz selalu ramai diserbu pengunjung. Siapa Chandrana dan bagaimana ia menggarap kuliner Batam?

Chandrana kini menjelma menjadi food guide nomor satu di Batam.  Ia kini dikenal sebagai Batamliciouz. ’’Orang asing lebih kenal ID Instragram saya daripada nama asli saya. Sungguh menakjubkan,’’ tulis Chandrana.

Lelaki kelahiran Batam 36 tahun lalu itu, jebolan University of Winconsin, Madison Amerika Serikat. Setelah menyandang gelar Master of Science in Industrial Engginering (MSIE) Chandrana pulang ke Batam karena kondisi kesehatan orang tuanya tahun 2008 silam. Meski pernah bekerja di Amerika, insiyur ini memilih pulang ke Batam menjalankan bisnis keluarga.

Chandrana hobi makan enak. Teman-temannya pun sering bertanya, dimana tempat makan enak di Batam. Awalnya, akhir Februari 2015 Chandrana memposting ulasan makanan yang dicicipinya di Instagram.  Ternyata, banyak yang merespon. ‘’Saya dapat ide, berbagi semua yang enak-enak di Batam. Inilah awal terbentuknya Batamliciouz,’’ kenangnya.

Kini, akun instagram @Batamliciouz memiliki pengikut 186 ribu lebih. Chandrana juga mengelola laman facebook dan youtube dan semuanya fokus pada satu hal : makanan enak. Batamlicious tujuannya sederhana, tapi mengena. Berbagi informasi semua makanan enak kepada masyarakat.

Ternyata, banyak makanan enak yang tidak terekspos. Mulai dari restoran kelas atas, hingga  makanan yang dijajakan di kaki lima, yang murah, meriah dan enak.  Chandra memposting makanan dan minuman yang dinilainya enak. Ia menginformasikan mulai dari harga, penyajian dan penampilan. Yang paling utama adalah rasa. ‘’Rasa tak pernah bohong. Saya tak pernah membohongi lidah saya dan berbagi pengalaman dengan follower saya,’’ paparnya.

Lambat laun, Chandrana makin dikenal dan ditawari jadi konsultan menu di berbagai restoran, mengkritisi penyajian dan rasa menu. Ia diundang untuk mencicipi makanan dan minuman dari hotel dan restoran. Konsultan engineering jebolan negara Paman Sam itu, putar haluan jadi konsultan menu makanan.

Kata kuncinya adalah kejujuran. Chandra tidak akan bilang makanan yang dicicipinya enak kalau rasanya memang tidak enak. Menu yang diposting di akun instagramnya memang dinilainya enak. Kalau tidak enak, dia tidak akan mempromosikan makanan tersebut.

Menggagas Batamliciouz Bazaar

Setelah menemukan  aneka jenis makanan dan minuman enak, Chandra ingin agar semua makanan dan minuman enak dari Batam itu, dikumpulkan di satu tempat. Selain orang lebih gampang mencarinya, juga untuk mengenalkan kepada masyarakat luas. Bagaimana caranya?

Ia menggagas Batamliciouz Bazaar. Bazar pertama digelar selama tiga hari, 15-16 September 2018 di Pasar Mitra Raya. Bazar kedua digelar 11-13 Januari 2019 di Pasir Putih Batam Centre, lalu bazar ketiga di Mal Botania 2 tanggal 12-14 April 2019. Terbaru, Batamliciouz Bazaar Volume  22 diselenggarakan pada tanggal 20-25 Agustus 2026 di Mall Botania 2, Emerald Hall lantai 2. Tak terasa, sudah delapan tahun Chandrana menggelar bazar kuliner.

Bazar-bazar  ini berlangsung sukses. Mulai dari jumlah peserta yang terus bertambah hingga animo pengunjung yang datang. Aneka makanan khas daerah, makanan tradisional, makanan kekinian, hingga makanan manca negara.

Kuliner khas daerah seperti Serabi Solo, Kerak Telor, Batagor, Cireng Ayam, Tahu Gejrot, Ayam Grepek Batam, Kebab Hoyya Batam, tahu tektek, ketoprak, es dawet ayu, sate Madura dan mpek-mpek Palembang. Makanan kekinian dan dari mancanegara seperti snack Korea, Tokkebi Cheese, Sandwich, Topokki khas Korea, Sushi Roll khas Jepang dan Takayna khas Bangkok, juga ada. Komplit.

Batam adalah miniatur Indonesia. Sehingga berbagai  makanan khas  tradisional, bisa  kita dijumpai di kota ini. Sayangnya, makanan itu kadang hanya  ditemukan saat bulan Ramadan. Selain unik dan memiliki cita rasa tersendiri, ada kerinduan warga Batam yang umumnya pendatang, terhadap makanan khas daerahnya.

Ini belum termasuk makanan khas Melayu dari Kepulauan Riau seperti aneka makanan laut atau sea food seperti asam pedas, gonggong, sup ikan, mie tarempa, luti gendang, otak-otak, mie sagu, mie lendir, bingka, nasi lemak, nasi dagang dan sebagainya.

Warga negara asing, juga banyak yang tinggal di Batam. Antara lain warga India, Singapura, China, Malaysia dan Filipina. Jumlahnya 3.200 orang lebih. Ini belum termasuk kunjungan wisatawan asing seperti dari Singapura, China, Malaysia, India, Korea Selatan, Jepang, Inggris, Australia dan Amerika Serikat.

Inilah kekuatan kuliner Batam. Perpaduan kuliner tradisional, kekinian dan makanan mancanegara. Potensi ini yang akan menjadi kekuatan Batamliciouz di masa depan. Harap dicatat, wisatawan mengeluarkan 30 -40 % uang untuk makan dan belanja.

Wisata kuliner berkaitan dengan sensasi lidah dan berkaitan dengan gaya hidup. Batam yang sampai saat ini masih menempati posisi tiga besar sebagai daerah tujuan wisata, sangat layak mengembangkan wisata kuliner untuk menjadi daya tarik wisatawan.  Sayangnya, Batam tidak termasuk 10 besar destinasi wisata kuliner di Indonesia.  Tiga besar wisata kuliner adalah Bali, Bandung dan Yogyakarta.

Apa yang dilakukan Chandra Rahman melalui Batamliciouz, merupakan pembuka jalan mengembangkan wisata kuliner di Batam dan Kepulauan Riau. Ia memotret makanan, menjadi endorser dan mempromosikan kuliner tersebut, dan menjadi influencer marketing hub produk kuliner itu.

Meski ramai, bazar yang digelar Batamliciouz hanya tiga sampai enam hari. Bazar kuliner ini berhasil membetot perhatian warga Batam dan wisatawan asing. Pengunjung antri di beberapa stand. Namun, bazar Batamliciouz yang selalu berpindah tempat, waktu yang relatif singkat sehingga hanya sebatas promosi, bukan membangun pasar jangka panjang.

Cikal Bakal Batam Food Festival?

Promosi melalui media sosial sebaiknya dibarengi dengan kemasan yang menarik (packaging) pemasaran (marketing) dan membangun merek (branding) serta kemampuan manajemen dan keuangan. Batamliciouz bisa saja  meniru cara yang dilakukan Asia Food, di Lucky Plaza, Singapura.

Atau Food Republic yang menyatukan jajanan tradisional dengan hidangan kelas restoran dengan harga terjangkau. Para koki mendemonstrasikan cara memasak kepada tamunya. Kini, Food Republic memiliki 53 outlet di seluruh dunia dan di Singapura ada 13 outlet. Singapura memiliki 110 pusat jajanan kaki lima.

Singapore Food Festival pertama kali diselenggarakan pada tahun 1994 oleh Singapore Tourism Board bersama Singapore Airlines dan American Expres, untuk mempromosi-kan kekayaan kuliner lokal. Festival ini menjadi agenda tahunan untuk menarik wisatawan dan merayakan warisan makanan multi kultural Singapura.

Singapore Food Festival lalu berkembang dari pameran makanan jalanan lokal yang sederhana menjadi festival gastronomi besar se-Asia Tenggara. Tahun 2026 festival makanan ini sudah berjalan selama 32 tahun. Yang perlu dicatat, Singapore Food Festival dimulai dengan bazar makanan dan pemerintah hadir di sana.

Malah, Singapura menyediakan wisata bagi pecinta makanan. Paket wisata sela-ma sepekan ini, wisatawan diajak mencicipi semua makanan Singapura yang terkenal. Atau, mereka mengundang ahli masak lokal yang akan membagi pe-ngetahuannya mengenai karakteristik yang berbeda dari setiap masakan utama yang disajikan, dari ala Melayu dan China sampai India. Pertanyaannya, mungkinkah Batamliciouz yang konsisten diadakan sejak 2018 menjadi Batam Food Festival?

Tiga hal mendasar untuk pengembangan wisata kuliner adalah, produk kuliner yang ngetop, pengusaha kuliner dan lokasinya. Tentu saja peran dan komitmen Pemko Batam akan sangat  menentukan. Misalnya, menyiapkan lokasi khusus untuk wisata kuliner sehingga gampang dicari.

Saat kisahnya ditulis di surat kabar, Koko merasa surprise dan berterima kasih pada orang-orang yang mendukungnya, selama ini. ’’Yang Koko lakukan selama ini bukan mengejar angka. Tapi setelah membaca cerita ringkasan ini by @socrates_batam, koko flash back perjalanan Batamliciouz. Koko tetap tekankan dua kata kunci kejujuran dan konsisten.  Ingat, duit Rp10.000 kalian bisa mengubah hidup orang. Dan ini bukan minta sumbangan loh. Ini kenyangin perut kita dengan makanan enak,’’ tulisnya.

Menurut Koko, dukungan followers-nya mengubah dan meningkatkan kesejateraan hidup banyak orang seperti serabi Solo pak Panju, Mie ayam pak W, Gorengan 77 legenda, sate pak Yanto, tahu gejrot Neng, tahu brontak pak Syaiful, desserts uncle Tan, Kerak telor Batam Mas Anton. ’’Dan masih banyak lagi kaki lima atau homemade products yang terbantu karena kalian,’’ katanya.

Nama Chandrana, kini dikenal sebagai pemandu kuliner di Batam. Di media sosial seperti Instagram dan blog, ia terkenal dengan panggilan Batamliciouz, selebgram dengan postingan kuliner yang menjadi rujukan informasi warga Batam.

Kini, ia malah jadi bintang iklan dan promosi SNL Food, salah satu grocery & gourmet market paling hype di Batam. Sebagai food blogger terkemuka di Batam, pria yang akrab disapa Koko Chandra ini aktif mengulas berbagai fasilitas, promo, hingga kuliner UMKM yang ada di cabang SNL Food Batam Centre maupun SNL Food Tanjung Uma. ***

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *