Lee Kuan Yew: Jangan Ada Judi di Batam

Pasang Surut Judi di Batam (1)

 

Batam mulai dikembangkan oleh Pertamina sebagai basis logistik industri minyak dan gas bumi, awal tahun 1970-an. Otorita Batam dibentuk pada tanggal 26 Oktober 1971 melalui Keputusan Presiden (Keppres) No 74 Tahun 1971 tentang Pembangunan Pulau Batam.

Tahun 1978 BJ Habibie menjabat sebagai Menristek, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Ketua Otorita Batam tanggal 29 Agustus 1978. Di era Habibie, pembangunan infrastruktur besar-besaran di Batam, sehingga Batam menjelma menjadi pusat strategis industri nasional. Empat sektor dikembangkan sekaligus. Industri, perdagangan, alih kapal dan pariwisata.

Bagaimana reaksi Singapura dengan pembangunan Batam? Perdana Menteri pertama Singapura  Lee Kuan Yew dari tahun 1959 hingga 1990 saat bertemu Presiden Soeharto dan Habibie di Batam, mendukung pembangunan Pulau Batam, tetangga Singapura.

Syaratnya, hanya satu. Jangan ada perjudian di Batam. Pesan ini disampaikan secara khusus oleh Lee Kuan Yew kepada Habibie karena mereka yang suka berjudi, malas bekerja. Selama Lee Kuan Yew memimpin Singapura, memang tidak diizinkan ada perjudian.

Tapi, anaknya Lee Hsien Loong, yang menjadi Perdana Menteri dari tahun 2004 hingga 2024 dan merupakan anak sulung dari Lee Kuan Yew, membangun pusat perjudian di Singapura. Tapi, Lee Hsien Loong berpendapat berbeda. Zaman sudah berubah. Apalagi, sejak Genting Highland dibuka, warga Singapura dan Indonesia, suka datang kesana.

Namun, Malaysia tetangga Singapura, punya kasino di Genting Highland, kasino pertama dan terkenal di Asia Tenggara. Kasino di Genting Highland dibangun oleh Lim Goh Tong dan mulai beroperasi tahun 1971. Kawasan itu dikembangkan sebagai resor wisata. Pemain judi kasino di Genting, kebanyakan warga Singapura dan Indonesia. Warga Malaysia sendiri, dilarang masuk kasino.

Genting berkembang menjadi kompleks resor terpadu yang menggabungkan hotel, hiburan, restoran, dan kasino. Tahun 1980-an Genting Highland diperluas secara besar-besaran dengan tambahan hotel, fasilitas hiburan, pusat perbelanjaan, dan area permainan, berkembang menjadi Resorts World Genting, destinasi wisata terbesar di Malaysia. Tahun 2000-an sampai sekarang, Genting diversifikasi ke family entertainment, theme park, MICE, retail dan berbagai atraksi.

Harap dicatat, Genting berada di kawasan pegunungan dengan suhu yang jauh lebih sejuk dibandingkan Kuala Lumpur. Kota judi yang terletak di puncak Gunung Banjaran Titiwangsa. Banjaran Titiwangsa (Pegunungan Titiwangsa) adalah sebuah rangkaian pegunungan, bukan satu gunung tunggal. Ketinggian gunung-gunung di banjaran ini berkisar antara 900 meter hingga 2.183 meter di atas permukaan laut.

Padahal, Singapura lebih dulu melegalkan perjudian dan mendirikan Singapore Pools yang menjual lotere Singapore Sweep seperti Toto dan 4 Digit (4D) tahun 1968. Tujuannya, mengatasi maraknya perjudian ilegal dan menyalurkan aktivitas perjudian tertentu ke dalam sistem yang dapat diawasi pemerintah. Judi 4 Digit diperkenalkan Singapore Pools tahun 1986.

Pemain memilih angka empat digit dan melakukan taruhan pada hasil undian. Undian Toto inilah yang di Batam dan Indonesia, dikenal dengan Togel alias Toto Gelap, karena diikuti secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi. Toto menggunakan kombinasi angka yang dipilih pemain, 4D fokus pada angka empat digit, sedangkan Singapore Sweep menggunakan sistem tiket atau nomor undian dengan struktur hadiah tersendiri.

Fenomena togel di Batam mulai semakin terlihat pada 1980-an dan menjadi jauh lebih marak pada 1990-an, bersamaan dengan pesatnya perkembangan ekonomi, urbanisasi, dan hubungan Batam dengan Singapura serta Malaysia. Toto gelap atau Togel menjadi populer terutama pada masa ketika permainan undian angka mulai dikenal masyarakat.

Dengan demikian, sejak awal pemerintah Singapura menggunakan prinsip, jika perjudian tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, sebagian aktivitasnya dikendalikan melalui operator resmi dan regulasi yang ketat. Bagaimana dengan Batam? Batam sebagai bagian wilayah Indonesia memiliki aturah hukum berbeda. Perjudian dilarang.

Meskipun sebelumnya, pernah diberlakukan program undian berhadiah berkedok sumbangan sosial idengan nama Porkas (Pekan Olahraga Ketangkasan) tahun 1979 dan ganti nama menjadi Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB) sejak tahun1986.  

Undian SDSB ini memicu kritik keras dari berbagai kalangan masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, hingga keluarnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkannya. Karena demonstrasi yang meluas dan tekanan publik yang besar, pemerintah akhirnya menghentikan dan menutup total peredaran kupon SDSB pada 24 November 1993.

Namun, di Batam perjudian ilegal jalan terus. Mulai dari togel, 4D ilegal, bandar angka, jackpot dan amusement serta kasino ilegal. Amusement dari bahasa Inggris berarti hiburan, kesenangan, atau permainan. Dari tahun 90-an hingga 2004, Batam pernah jadi kota surga judi. Mulai dari sie jie, cap jie kie, dadu guncang, sabung ayam, judi bola, jackpot hingga kasino. (bersambung)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *