By Socrates – ‘’Kita tidak mau menjadi penonton. Peluang akan selalu lewat di depan kita, karena kita tidak punya keahlian dan skill. Kata kuncinya adalah pendidikan. Mutu pendidikan kita tidak boleh kalah dengan Singapura, Korea dan negara lain di dunia.’’
Kata-kata ini bukan dari pakar pendidikan. Tapi dari Asman Abnur, pengusaha papan atas Batam dan Kepulauan Riau, sekaligus politisi yang sudah lama malang melintang dalam dunia politik nasional. Sebagai pengusaha, Asman merintis dan mengembangkan berbagai unit usaha seperti puluhan toko emas, money changer, apotik, restoran, café, pom bensin, fitness centre, futsal, pembibitan bunga dan perbankan.

Sebagai politisi, Asman juga kenyang asam garam dunia politik. Mulai dari anggota DPRD, Wakil Walikota, bendahara partai hingga menjadi menteri. Asman juga sudah empat kali menjadi anggota DPR RI. “Bagi saya, bisnis itu masa depan dan politik adalah pengabdian,” kata Asman Abnur.
Lalu, kenapa kini Asman Abnur tertarik ke dunia pendidikan?
Suatu ketika, Asman berencana ekspansi dan membuka restoran Padang di Singapura. Ia terperangah, saat ditanya, apakah kokinya punya sertifikat sebagai chef. Asman tersadar, karena tidak satupun koki rumah makan Padang punya sertifikat.
Koki alias tukang masak di negeri ini, memang belum dihargai sebagaimana mestinya. Ini lantaran nyaris tidak ada pendidikan formal yang ditandai dengan sertifikat atau ijazah. Padahal, rendang makanan khas Sumatera Barat itu, dinobatkan sebagai makanan paling enak di dunia.

Seperti berkah terselubung atau blessing in disguise, tantangan itu buat Asman jadi peluang. ‘’Banyak koki kita pintar masak, tapi pakai feeling dan tidak punya ijazah,’’ kata Asman Abnur. Ia menyusun rencana membuka sekolah politeknik pariwisata. Sehingga, semua restoran akan mengirim kokinya belajar di politeknik pariwisata itu. “Nanti bakal ada jurusan food design, bagaimana menata makanan,” papar Asman.
Asman pun bergerak cepat. Batam Tourist Polytechnic (BTP) mendapat izin dari Kemen-terian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 9 Mei 2014 dan diresmikan 15 September 2014 oleh Mendikbud. Tahun yang sama, BTP yang memiliki tiga program diploma IV ini, yakni Room Division, Culinary Management dan Food Beverage Management ini, setara dengan Strata 1. Mahasiswa yang menamatkan studi di BTP bergelar Sarjana Terapan Pariwisata. Dan ini, satu-satunya di Indonesia!
Sejak awal berdiri, BTP menjalin kerjasama dengan NHI atau Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung dan Nusa Dua Bali serta berafiliasi dengan IMI Switzerland. BTP juga bekerja sama dengan CTI Worldwide sebagai operator kapal pesiar yang merekrut staf dan training centre.

Batam Tourist Polytechnic yang mengusung tagline Centre of Excellence in Tourism itu, kini mulai menuai prestasi. Sejumlah mahasiswanya meraih medali di Indonesia Salon Culinaire. Selain itu, beberapa mahasiswa BTP juga menjadi Best Trainee di hotel kelas dunia seperti Grand Hyatt, Ritz Carlton, Intercontinental Doha dan Traders Hotel Malaysia.
Di sela-sela kesibukannya sebagai pengusaha dan pejabat negara, Asman selalu me-nyempatkan meninjau dan mengevaluasi perkembangan kampus Batam Tourist Polytechnic. Lokasi kampus seluas 23 hektar di kawasan Tiban, Sekupang itu, kini menjelma menjadi kawasan hijau dan teduh. Lahan berbukit-bukit itu, ditanami jutaan pohon. Juga dibangun jogging track sepanjang 1,6 kilometer. Dari kejauhan, tampak pencakar langit Singapura. Beragam fasilitas yang tersedia di kampus itu, membuat tamu dan pengunjung berdecak kagum.

BTP memiliki fasilitas seperti mixology lab, barista lab, demonstration kitchen, Patisserie et Chocolaterie Lab, Pizza and Baking Lab, Hotel Model Room. Modern Classroom, Function Room, Library and Reading Lounge serta asrama mahasiswa. Tidak semua mahasiswa berasal dari Batam. Ada yang datang dari berbagai kota di Kepulauan Riau, serta kota-kota lain di Sumatera.
Asman Abnur mengatakan, jarak Singapura dari Batam hanya 26 mil, transaksi bisnisnya kelas dunia. ‘’Kita ingin menjadi pemain kelas dunia. Saya sedih, kalau keluar negeri bangsa kita ini hanya disuruh-suruh, bukan menyuruh. Mahasiswa BTP bisa bikin res-toran di negara lain. Bukan seperti saat ini, negara kita dibanjiri restoran Jepang, Korea. Nanti kita balik, buka restoran Melayu dan Padang dengan standar internasional di luar negeri,’’ papar Asman.

Mengapa Anda memilih kuliah di BTP? Sistem pembelajaran di BTP dirancang mendekati kondisi kerja yang tentunya didampingi oleh dosen akademisi maupun praktisi yang ber-kualitas. Alasan lainnya kenapa Anda harus kuliah di BTP. Sarjana Terapan Culinary, Room Division, Food and Beverage Management satu-satunya di Indonesia. Fasilitas lab dan pembelajaran lengkap sesuai standar hotel. BTP berjasama dengan hotel bintang 5 chain internasional. Sistem pembelajarannya, 40 persen teori dan 60 persen praktek Inilah beberapa program studi di Batam Tourist Polytechnic.
- Culinery Management
Pengen Jadi Selebriti Chef? Belajar Manajemen Kuliner. Program studi culinary management atau manajemen kuliner memiliki visi menjadi program studi manejemen kuliner terkemuka di Asia Tenggara. Selain proses belajar kuliner, program studi ini juga meningkatkan kualitas penelitian manejemen kuliner berbasis kearifan lokal.
Mahasiswa program studi manajemen kuliner bakal memiliki keahlian seperti, perencanaan budget, food cost dan hotel operational budget, konsep usaha kuliner dan hotel pre opening, analisa nutrisi makanan di menu, konsep culinary art, menu traditional, fussion food, cooking skills, hygiene sanitasi, operasional dapur.
Setelah menyelesaikan studi, mereka bisa bekerja di hotel, restoran, atau menjadi pengusaha kuliner. Mata kuliah yang dipelajari antara lain, hygiene dan sanitasi, operasional tata boga, pengetahuan dapur, komoditi pangan, manajemen, bahasa asing, pengolahan roti dan kue, ilmu gizi dan hukum pariwisata.

Sedangkan kuliah praktek berupa seni kuliner, pengaturan menu serta set menu Western, Asia dan Indonesia. Prospek karir sebagai chef, pastry chef, baker, food critic, owner restoran, celebrity chef, kapal pesiar, hospital dan airline catering, food consultant.
- Food Beverage Management
Food beverage manajemen atau manajemen tata hidangan adalah pendidikan vokasi dan proses belajar kreatif, dinamis, partisipatif dan berbasis kompetensi. Selain itu, juga mengadakan penelitian sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta industri hospitality.
Lulusan program sudi food baverage management diharapkan memenuhi kebutuhan stakeholder dan pasar kerja. Proses pendidikan di Program Studi Manajemen Tata Hidangan bertujuan untuk menghasilkan lulusan dengan keterampilan dan kemampuan di bidang kerja baik di hotel, restaurant, ataupun di kantor swasta.
Keahlian lulusan program studi food beverage management antara lain, beverage cost dan hotel operasional, budget restoran, konsep usaha restoran, café, fine dining, restoran dan hotel pre opening, operasional restoran, menjaga kualitas restoran, coffe shop, barista, wine dan mixology bar.
Prospek karir dan bidang kerja untuk program studi Manajemen Tata Hidangan antara lain, menjadi restaurant manager, café manager, food beverage director, bar manager, banquet manager, fast food manager, catering industry, airline catering, event organizer manager dan sebagainya.
Apa saja yang dipelajari mahasiswa food beverage management? Tentu saja yang berkaitan dengan dunia pariwisata seperti Bahasa Inggris, pelayanan prima, higienis, sanitasi dan keselamatan kerja, pengetahuan tentang restoran dan bar, pemahaman lintas budaya, menu dan kuliner, barista, mixology, manajemen perhelatan, waralaba dan sebagainya.
- Room Division Management
Program studi Room Division Management atau manajemen divisi kamar di Batam Tourist Polytechnic, misinya adalah menjadi program studi berstandar internasional di kawasan Asean, berdaya saing tinggi, dan mampu berperan aktif untuk pembangunan kepariwisataan nasional melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Program Studi Manajemen Divisi Kamar bertujuan untuk menghasilkan lulusan dengan keterampilan dan kemampuan di bidang kerja baik di hotel, restaurant, ataupun di kantor swasta.
Bidang kerja untuk program studi Manajemen Divisi Kamar antara lain, di hotel berbintang, restoran, industri perhotelan, service apartemen, retail company, cleaning service company, department store, cruise line, general manager, executive housekeeper, front office manager, laundry manager dan sebagainya.
Lulusan Room Division Management diharapkan memiliki skill dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dan standar yang dituntut oleh stakeholder internal dan eksternal, termasuk tuntutan pasar kerja. Selain mengembangkan kapasitas belajar dan menghasilkan lulusan yang profesional, juga diharapkan mengembangkan keilmuan manajemen berbasis kearifan lokal.
Setelah menyelesaikan studi, mahasiswanya akan memiliki keahlian seperti, room division dan hotel operasional budget, memiliki kemampuan kepemimpinan, public speaker, guest satisfaction ke level tertinggi, kemampuan pre opening dan mengor-ganisir event, mampu menganalisa kepribadian, karakter dan ilmu komunikasi.
- Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata
Magister Terapan Perencanaaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Pariwi-sata Batam merupakan program studi (prodi) bidang kepariwisataan yang pertama di Propinsi Kepri. Prodi ini berdiri tahun 2020, disahkan dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 531/M/2020 tanggal 15 Mei 2020. Level akreditasi prodi ini adalah Peringkat Baik, berlaku sampai dengan 04 April 2028.

Program studi ini hadir dengan visi menjadi pionir magister terapan di bidang perencanaan dan pengembangan pariwisata di kawasan Asia Tenggara, melalui penguatan akademik yang berpadu dengan praktik lapangan yang aplikatif dan inovatif. Visi ini tidak hanya menjadi tujuan akhir, namun juga menjadi kompas dalam setiap langkah kami dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global.
Keunggulan program ini terletak pada proses pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat utama dalam aktivitas akademik. Peran dosen di sini bukan sekadar pengajar, tetapi sebagai fasilitator, mitra diskusi, dan pendamping intelektual yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif terhadap tantangan dunia pariwisata yang terus berkembang.
Mata kuliah unggulan Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata ini antara lain, Tourism Destinations Planning, Tourism Risk Management, Tourism Business Analysis & Strategy, Managing Human Resources in the Hospitality and Tourism dan Marine Tourism Management.
Lulusan Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata ini, bisa berkarir antara lain sebagai perencana dan pengembang destinasi pariwisata, perancang perencanaan dan pengembangan kebijakan pariwisata, Perancang Bisnis Pariwisata dan Hospitaliti dan Spesialis Bisnis Pariwisata dan Hospitality, Analis Bisnis Pariwisata dan Hospitaliti serta Konsultan Perencanaan dan Pengembangan Destinasi Pariwisata. ***

