By Socrates – Batam View Beach Resort adalah hotel dan resort pertama di Batam. Batam View Beach Resort dirintis sejak pertengahan dekade 1980-an dan mulai beroperasi tahun 1986. Batam View memegang peranan penting dalam sejarah pengembangan industri pariwisata modern di Kota Batam.

Resort ini dirintis sebagai resort bintang 4 pionir di semenanjung Nongsa, bagian utara Pulau Batam. Pembangunannya sejalan dengan ambisi Badan Otorita Batam di era 1980-an untuk memodelkan Batam tidak hanya sebagai pusat industri logistik dan manufaktur, tetapi juga sebagai hub pariwisata internasional pendamping Singapura.
Arsitekturnya unik. Atap yang dinamakan Lontiak Melayu, menerapkan elemen kebudayaan lokal dengan bentuk atap khas rumah Melayu pada bagian unit vila. Lokasinya strategis, menghadap langsung ke Selat Singapura, menawarkan akses olahraga air (sea sports) dan jalur penyeberangan singkat dari dan ke Singapura.
Menurut Mustofa Widjaja, Ketua Otorita Batam dan Kepala BP Batam periode 2006 sampai 2016, saat Habibie menjabat sebagai Ketua Otorita Batam, ia melihat peluang pengembangan pariwisata Batam karena Batam bertetangga dengan Singapura dan Malaysia.
Habibie melontarkan teori balon, sebuah konsep pengembangan ekonomi kawasan untuk menarik arus ekonomi perdagangan dan pariwisata dari Singapura. Teori Balon untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Habibie di hadapan Menteri Senior Singa-pura, Lee Kuan Yew.
Menurut Habibie, generasi sekarang maunya hidupnya berumur panjang, harus sehat, makanannya harus baik. Generasi sebelumnya, mereka menikmati hidup, ka-rena perang dan baru setelah itu merdeka. Pesta-pesta, dansa-dansa untuk menun-jukkan kepada orang lain bahwa dia punya uang. Nah, generasi sekarang tidak lagi seperti itu. Dia punya uang, dan uangnya kemana? Dia mau melihat dunia.
Jadi, pariwisata bukan hanya tumbuh di Batam, tapi dimana-mana. Orang ingin melan-cong keliling dunia. Habibie menceritakan hal ini sebagai dasar, kenapa kita harus menangkap peluang dari sektor pariwisata. Contohnya Singapura. Jumlah kunjungan wisatawannya besar dari berbagai negara di dunia. Mereka menginap tiga hari berke-liling Singapura. Memang, pariwisata dikembangkan bukan dari awal sekali. Awalnya oil supporting industry. Setelah itu baru ditetapkan sebagai kawasan industri, perda-gangan, alih kapal dan pariwisata.
’’Hotel pertama dibangun di Batam adalah Batam View Beach Resort. Konstruksinya dari beton. Semua kamarnya menghadap ke laut. Hotel dan resort pertama di Nongsa, Batam ini, didirikan pada tahun 1986. Terkenal dengan lokasi eksklusif di atas bukit dan pantai pribadi, resor ini memiliki lahan hijau terluas seluas 10 hektar,’’ kata Mustofa Widjaja.
Resort ini melakukan renovasi terakhir pada tahun 2006 untuk memperbarui fasilitas. Hanya berjarak sekitar 35 menit dari Singapura dengan kapal feri dan 20 menit dari bandara Hang Nadim. Batam View memiliki 200 kamar, pantai pribadi, kolam renang, dan pusat olahraga air. Pada tahun 2009, resor ini menerima penghargaan Anugerah Batam Madani atas kontribusinya dalam pengembangan pariwisata Batam.
Hingga kini, Batam View Beach Resort telah berkembang menyediakan sekitar 212 unit kamar dan vila, dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, pantai pribadi, serta pusat olahraga air. Resort ini secara berkala mengalami pembaruan dan renovasi—termasuk renovasi besar pada tahun 2019–2021—guna menjaga standar pelayanan wisatawan mancanegara maupun domestik.
Setelah Nongsa ditetapkan sebagai zona wisata terpadu eksklusif, kawasan lain seperti Sekupang dan Teluk Senimba juga bertumbuh dengan kehadiran hotel, resort, spa center, hingga entertainment. Habibie secara strategis menempatkan pariwisata sebagai salah satu pilar utama Batam, sejajar dengan industri dan perdagangan. Kawasan Nongsa di ujung timur Batam yang menghadap langsung ke Singapura, se-ngaja dikembangkan sebagai zona resort eksklusif untuk menarik wisatawan Singa-pura dan mancanegara.
Pada era 1980-an, wisatawan dari Singapura mulai rutin menyeberang ke Batam un-tuk menikmati pantai, resort, golf, belanja, dan kuliner dengan harga jauh lebih murah dibanding di Singapura. Jembatan Barelang yang menghubungkan Batam, Rempang, dan Galang tidak hanya sebagai infrastruktur ekonomi, tetapi juga menjadi ikon wisata Batam hingga hari ini.
Sedangkan Nagoya dikenal sebagai wisata belanja. Karena barang-barang di Batam murah, ibu-ibu dari Jakarta datang ke Nagoya. Dulu, Marina City terkenal dengan arena Snow City, tapi kemudian terbakar. Dua kali terbakar.
Marina City dulu dikenal sebagai kawasan wisata terpadu yang menjadi andalan Ba-tam. Marina City dan Nongsa direncanakan menjadi destinasi utama pariwisata Batam. Itu sebabnya, d Marina City dan Nongsa ada pelabuhan ferry tujuan Singa-pura.
Di Marina City dulu juga ada snow city, berbagai arena permainan seperti gokart, dan dua resort seperti Harris Resort dan Holiday Inn. Batam yang menjadi barometer pariwisata Kepri, selama ini selalu masuk tiga besar sebagai pintu masuk kunjungan wisatawan ke Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.


