By Socrates – Kota Dusseldorf Jerman, dkenal sebagai pusat bisnis dan kota pameran kelas dunia. Pameran seperti druk and papier atau mesin dan kertas yang disingkat Drupa, sekali empat tahun. Düsseldorf menyelenggarakan berbagai pameran dagang mode internasional dan melahirkan banyak desainer terkemuka. Messe Düsseldorf salah satu lokasi pameran perdagangan terbesar di dunia yang menyelenggarakan event global ternama seperti K-Trade Fair pameran plastic dan karet serta pameran medis. Düsseldorf juga menjadi kantor pusat berbagai korporasi internasional, lembaga keuangan, dan konsultan bisnis papan atas.

Düsseldorf memadukan peran sebagai pusat bisnis global modern dengan suasana seni dan gaya hidup yang dinamis. Düsseldorf juga dikenal sebagai kota fashion dan belanja. Königsallee adalah boulevard belanja paling terkenal di Jerman yang diapit saluran air bernuansa hijau, menjadi pusat rumah mode kelas dunia seperti Gucci, Prada, dan Chanel. Bir dari Dusseldorf terkenal enak. Di kota tua atau Altstadt, ada wilayah seluas setengah kilometer persegi ini memiliki lebih dari 250 pub, bar, dan kedai bir yang terkoneksi rapat, sehingga dijuluki “Der längste Tresen der Welt” atau bar terpanjang di dunia. Kota ini memproduksi bir top-fermented khas bernama Altbier yang disajikan secara tradisional di pabrik-pabrik bir lokal (Hausbrauerei).
Dussseldorf kota seni dan fashion. Juga dijuluki kota baja. Kota ini tak kalah menarik dibanding Berlin, Munich dan Hamburg. Ada kota tua Altstadt, Medienhafen, pelabuhan yang disulap dengan gedung nyentrik dan abstrak. Menginap di Hotel Clisterman Hof di pinggir kota Koln, terasa suasana perkampungan Eropa. Pekarangannya luas dan hijau. Konon, dulunya pesanggrahan dan istal kuda. Minum bir lokal Kölsch, dalam gelas bentuknya kurus dan tinggi. Setiap pelaksanaan pameran Drupa, aktivitas kota Dusselldorf melonjak tajam. Maklum, selain peserta pameran dari 60 negera mewakili pabrik dan produsen yang jumlahnya mendekati 2. 000 peserta, pengunjung pun membludak setiap harinya. Saking padatnya kota dengan pelaksanaan pameran, hotel-hotel di kota ini penuh.

Luas area yang dimanfaatkan untuk pameran dan sudah dibangun secara permanen, mencapai 180 ribu m2, atau hampir 40 kali luas lapangan sepakbola. Menggunakan 9 hall berupa gedung besar dan modern tak cukup satu atau dua hari untuk melihat dan mengamati pameran ini. Saking ramainya peserta pameran, ada peserta terpaksa harus menginap di Koln, salah satu kota tua di Jerman, 3 jam dari Dusseldorf. Messe Dusseldorf adalah organisasi pameran dagang terbesar di dunia yang didirikan sejak 1947. Yang dipamerkan antara lain, industri ritel, mesin, percetakan, barang kerajinan kulit, industri kaca, perhotelan, teknologi kedokteran dan sebagainya. Mereka mengorganisir lebih dari 40 pameran dan 120 acara di berbagai negara.
Pameran ini dikelola dengan canggih. Pengunjunf harus mengeluarkan undangan dan menempelkan ke sebuah sensor. Hanya beberapa detik, kartu tanda masuk yang tertera nama langsung keluar. Bersamaan itu, palang pintu masuk — jumlahnya 225 di empat sisi arena secara otomatis terbuka. Pun begitu juga saat keluar dari arena, kartu pengenal harus kembali ditempelkan ke sensor agar palang pintu bisa terbuka. Saking luasnya arena pameran ini, gedung berbentuk persegi itu terpasang eskalator datar yang panjangnya 150 meter. Ini tentu membantu pengunjung untuk jalan dari hall satu ke hall lainnya. Penataan peserta pameran juga dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan pengunjung memilih apa yang dia inginkan untuk melihatnya. Messe Dusseldorf mengorganisir lebih dari 40 pameran dan 120 acara di negara lain. Pameran yang mereka gelar antara lain, mesin dan peralatan, perdagangan, kesehatan, fashion dan gaya hidup serta pariwisata. Pameran plastik dan karet internasional. Mereka memiliki 68 perwakilan di berbagai negara. Pameran industri media Drupa di Dusseldorf Jerman ini, termasuk salah satu pameran dagang terbesar di dunia, dilihat dari jumlah peserta dan pengunjungnya. Jumlah pengunjung rata-rata 400.000 oran dari 130 negara. ***




