By Socrates – Kepulauan Riau selama ini menjadi destinasi wisatawan asing tiga besar di Indonesia. Selain lokasi Kepri yang strategis, bertetangga dengan Singapura dan Malaysia, juga karena Kepri memiliki 18 akses ke Kepri, baii melalui laut maupun udara. Ada tiga hal penting untuk kemajuan priwisata. Yakni, akses, amenitas dan atraksi.

Pertama, akses. Akses darat, laut, udara dan dunia maya atau internet. Tidak ada wilayah di Batam yang tidak ada sinyal internet karena provider cukup banyak. Jalan raya yang lebar serta terminal fery international. Kalau di daerah lain status bandara internasional ditutup, Batam tetap dibuka. Ini baru dibuka penerbangan langsung Batam – Yogyakarta. Air Asia juga buka penerbangan ke Kuala Lumpur, Thailand dan Filipina.
Kedua, amenitas. Batam memiliki 373 hotel, dan akan menambah lagi hotel baru dengan kapasitas 36.000 kamar. MICE Batam luar biasa. Batam juga memiliki 3.800 lebih restoran dan terus bertambah seperti café. Batam punya rumah sakit bertaraf internasional, punya polisi pariwisata di Polda Kepri. Tempat hiburan juga berkembang seperti di Bengkong yang memiliki beach club, wisata alam terumbu karang di Belakangpadang. Juga community by tourism juga aktif seperti Tebing Langit, Pandang Tak Jemu, pantai-pantai dan sebagainya.
Ketiga, atraksi. Ada atraksi alam seperti bukit, laut, terumbu karang, ombak, pulau-pulau, mangrove. Ada atraksi budaya seperti Kenduri Seni Melayu yang baru diselenggarakan, ada reog Ponorogo dan Batam akan membangun Taman Budaya di bekas Gedung Beringin, di Sekupang. Juga ada atraksi buatan, seperti konser musik, setiap minggu ada bazaar kuliner. Event ditempel dengan bazaar.

Juga ada penampilan anak-anak, event religi seperti festival hadroh serta paduan suara Kristiani. Malah, anak-anak generasi Z membuat kegiatan game competition dan game deve-loper atau bikin game. Batam sebagai kota wisata sudah luar biasa. Ini dibuktikan dengan jumlah kunjungan wisatawan.
Berikut akses ke Kepulauan Riau melalui udara:
- Bandar Internasional Hang Nadim, Batam
- Bandar Internasional Raja Haji Fisabilillah,Tanjungpinang
- Bandara Ranai,Natuna
- Bandara Dabo,Lingga
- Bandara Sei Bati, Karimun
- Bandara Matak,Anambas
- Bandara Letung,Anambas
- Bandara Tambelan, Bintan (under contraction)
- Bandara Busung, Bintan (under contraction
Sedangkan akses melalui laut adalah sebagai berikut:
- Pelabuhan International Batam Center, Batam
- Pelabuhan International Harbourbay, Batam
- Pelabuhan International Nongsa, Batam
- Pelabuhan International Marina, Batam
- Pelabuhan Internasional Sekupang, Batam
- Pelabuhan Internasional Bengkong
- Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Tanjungpinang
- Pelabuhan Internasional Bandar Bentan Telani, Bintan
- Pelabuhan Internasional Bintan Lagoon, Bintan
- Pelabuhan Intenasional Tanjung Balai Karimun, Karimun

Data dari Dinas Pariwisata Kepri, jumlah hotel di seluruh Kepri tahun 2020 sebanyak 420 hotel dengan total jumlah kamar 16.530 kamar. Padahal, pada tahun 2019 total jumlah hotel sebanyak 453 hotel dengan 24.827 kamar. Empat besar kota dan kabupaten dengan jumlah hotel terbanyak adalah, Batam 223 hotel, Karimun 54 hotel, Bintan 51 hotel dan Tanjungpinang 49 hotel.
Sedangkan jumlah restoran di seluruh Kepri pada tahun 2020 adalah sebanyak 1.162 restoran. Berbeda dengan jumlah hotel yang menurun sebanyak 33 hotel, jumlah restoran justru meningkat dibanding tahun 2019 sebanyak 242 restoran.
Ketergantungan Kepri terhadap wisatawan Singapura, mencapai 60 persen, Malaysia 14 persen dan Tiongkok 11 persen, India 8 persen. Tahun 2019 jumlah kunjungan wisman mencapai 2,8 juta orang. Jumlah tenaga kerja sektor pariwisata di Kepri mencapai 14.000 orang. (*)




